Artikel Tak Berkategori

Tujuan Didirikannya GP Ansor

Written by ahmad wildan

Instruktur Nasional Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor KH Ahmad Nadhif mengatakan, NU dan Ansor beserta badan otonom NU lainnya didirikan bertujuan untuk memperjuangkan dan membentengi ajaran Ahlussunnah wal-Jama’ah (Aswaja).

Untuk itu, kata pria yang akrab disapa Gus Nadhif ini, Ansor beserta Bansernya harus menjadi garda terdepan untuk mempertahankan dan mengembangkan ajaran Aswaja ini. “Tugas Ansor dan Banser adalah mempertahankan dan mengembangkan ajaran ini,” kata beliau.

Menurutnya, Aswaja adalah paham yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an, hadits, ijma’, dan qiyas. Dalam fiqih menganut pada empat madzhab, antara lain Imam Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hanbali. Juga mengikuti Al-Asy’ari dan Al-Maturidi dalam bidang akidah. Sementara dalam bidang tasawuf mengikuti Junaid Al-Baghdadi dan Imam Ghazali.
Aswaja diikuti mayoritas umat Islam di Indonesia khususnya NU. Karena di dalamnya mempuyai beragam konsep yang jelas dan dilandasi dengan dalil-dalil yang Qath’i. Adapun salah satu konsep yang terkandung dalam ajaran Aswaja yaitu, Tawasuth, Tasamuh, Tawazun, dan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.

Yang dimaksud Tawasuth (moderat), adalah sikap keberagamaan yang tidak terjebak terhadap hal-hal yang bersifat ekstrim. Tasamuh adalah sikap keberagamaan dan kemasyarakatan yang menerima kehidupan sebagai sesuatu yang beragam. Tawazun adalah keseimbangan keberagamaan dan kemasyarakatan yang bersedia menghitungkan berbagai sudut pandang, dan kemudian mengambil posisi yang seimbang proporsional. “Amar Ma’ruf Nahi Mungkar adalah mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran,” kata beliau.

Ajaran Ahlussunnah wal-Jama’ah juga adalah sebagai benteng akidah amaliah warga NU. Tantangan besar yang dihadapi warga NU, yaitu mewaspadai beberapa aliran yang akhir-akhir ini berkembang di Indonesia.

About the author

ahmad wildan

Leave a Comment